Banjir Bali dan 5 Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Tahu!

Rahma Rakat Sunni

Banjir Bali

2. Kapasitas Drainase yang Tidak Memadai

Pernahkah kamu melihat sistem drainase di beberapa jalan utama Bali? Faktanya, banyak saluran drainase yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung volume air yang besar, apalagi saat hujan deras. Saluran-saluran tersebut seringkali sempit dan dangkal. Belum lagi, masalah sampah yang menyumbat drainase memperparah keadaan. Sampah plastik dan limbah lain yang dibuang sembarangan menumpuk dan menghalangi aliran air, membuat air meluap dan menyebabkan banjir Bali.

3. Masalah Sampah yang Tak Terkendali

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, masalah sampah di Bali sudah menjadi isu kronis. Sampah yang dibuang sembarangan, baik oleh warga maupun turis, seringkali berakhir di sungai atau saluran drainase. Saat hujan datang, sampah-sampah ini terbawa arus dan menyumbat saluran air, menjadi salah satu penyebab utama banjir yang sering terjadi. Upaya pengelolaan sampah yang belum optimal turut memperburuk situasi ini.

4. Dampak Perubahan Iklim Global

Tidak bisa dipungkiri, perubahan iklim global juga memiliki andil besar. Pola curah hujan yang tidak menentu, dengan intensitas hujan yang lebih tinggi dalam waktu singkat, membuat Bali rentan terhadap banjir bandang. Fenomena ini menyebabkan sistem drainase yang sudah ada tidak mampu menampung volume air yang ekstrem, dan akhirnya air meluap ke permukiman dan jalan.

Rekomendasi Susu Etawa:

Paket 3 Box beli di Lazada : https://c.lazada.co.id/t/c.YSTzRr

Bagikan:

Leave a Comment