Mungkin bagi sebagian orang, mencantumkan gelar akademik atau gelar adat di dalam undangan pernikahan terasa seperti hal yang formalitas belaka. Tapi jangan salah, di Indonesia, undangan pernikahan dengan gelar adalah bentuk penghormatan (tata krama) kepada pihak keluarga maupun tamu undangan. Salah tulis sedikit, bisa-bisa ada pihak yang merasa kurang dihargai.
Kamu pasti nggak mau kan, momen bahagia ini terganggu hanya karena urusan teknis penulisan nama? Tenang saja, artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana cara mencantumkan gelar di undangan pernikahan dengan benar, kapan harus memakainya, dan bagaimana menjaga estetika desain undangan kamu tetap terlihat clean.
Mengapa Penulisan Gelar di Undangan Pernikahan Itu Penting?
Di budaya kita, gelar seringkali dianggap sebagai representasi dari perjuangan dan pencapaian seseorang. Baik itu gelar akademik (S.T., M.M., Dr.), gelar keagamaan (Haji/Hajjah), maupun gelar adat. Mencantumkannya dalam undangan pernikahan bukan berarti ingin pamer, melainkan menjaga marwah keluarga besar.
Menghargai Pencapaian Orang Tua
Seringkali, keputusan mencantumkan gelar bukan datang dari calon mempelai, melainkan dari orang tua. Bagi mereka, menyematkan gelar adalah bentuk kebanggaan atas keberhasilan anak-anaknya dalam menempuh pendidikan. Jika kamu berada di posisi ini, sebaiknya diskusikan dengan kepala dingin agar format tulisan tetap serasi dengan tema undangan.
Aturan Penulisan Gelar Akademik yang Benar
Jika kamu memutuskan untuk menggunakan gelar, pastikan penulisannya sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Berikut adalah beberapa poin pentingnya:
-
Gelar di Depan Nama: Gunakan titik setelah singkatan gelar dan spasi sebelum nama (Contoh: Dr. Andi Wijaya).
-
Gelar di Belakang Nama: Gunakan tanda koma setelah nama, lalu singkatan gelar yang dipisahkan dengan titik (Contoh: Budi Santoso, S.Kom.).
-
Double Degree: Jika memiliki lebih dari satu gelar, pisahkan antar gelar dengan tanda koma (Contoh: Siska Amelia, S.E., M.B.A.).
Estetika vs Formalitas
Banyak pasangan milenial saat ini memilih desain undangan minimalis. Jika gelarnya terlalu panjang, tentu akan memakan banyak tempat dan merusak komposisi desain. Solusinya, kamu bisa menggunakan font yang sedikit lebih kecil untuk bagian gelar agar nama aslimu tetap menjadi highlight utama.
Tips Memasukkan Gelar Tanpa Merusak Desain Undangan
-
Pilih Font yang Proporsional: Gunakan font sans-serif yang tipis untuk gelar jika nama utamamu menggunakan font kaligrafi atau bold.
-
Gunakan Inisial Jika Memungkinkan: Jika keluarga setuju, beberapa gelar adat bisa disingkat agar tidak terlalu memenuhi baris nama.
-
Konsultasi dengan Vendor Percetakan: Vendor yang berpengalaman biasanya punya template khusus untuk menyusun nama dengan gelar yang panjang agar tetap terlihat proporsional.
Pertanyaan Seputar Gelar di Undangan Pernikahan (Q&A)
1. Apakah wajib mencantumkan gelar di undangan pernikahan?
Tidak wajib. Semuanya kembali ke kesepakatan antara kamu, pasangan, dan kedua belah keluarga. Jika konsep pernikahanmu sangat kasual, tanpa gelar pun tidak masalah.
2. Bagaimana jika saya punya gelar tapi pasangan tidak punya?
Ini hal yang lumrah. Kamu tetap bisa mencantumkan gelar kamu sendiri. Tidak ada aturan yang mengharuskan kedua mempelai harus sama-sama memiliki atau tidak memiliki gelar.
3. Di mana posisi gelar untuk orang tua?
Gelar orang tua biasanya diletakkan di bawah nama mereka pada bagian "Turut Mengundang" atau di bagian nama orang tua mempelai di halaman utama.
4. Apakah gelar haji/hajjah perlu ditulis?
Di Indonesia, gelar keagamaan seperti Haji (H.) atau Hajjah (Hj.) sering dicantumkan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan dalam lingkungan sosial tertentu.
5. Bagaimana cara menulis gelar jika sudah sangat banyak (misal lebih dari 3 gelar)?
Demi estetika, kamu disarankan memilih 1 atau 2 gelar tertinggi atau yang paling relevan agar baris nama tidak terlihat seperti daftar pustaka.
Kesimpulan
Menyusun undangan pernikahan dengan gelar memang butuh ketelitian ekstra, terutama soal penulisan nama dan gelar. Yang terpenting adalah komunikasi antara kamu dan keluarga besar. Jangan sampai perbedaan pendapat soal gelar mengganggu mood persiapan hari bahagiamu.
Ingat, undangan adalah pintu gerbang pertama yang dilihat tamu sebelum hadir di acara pernikahanmu. Jadi, pastikan tampilannya rapi, informatif, dan sopan! Butuh inspirasi desain undangan yang kekinian? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar: menurut kamu, lebih keren pakai gelar atau nama polos saja di undangan? Jangan lupa pantau terus tips lifestyle dan wedding lainnya hanya di sini!





