Halo para pejuang happy ending! Menjelang hari bahagia, biasanya ada satu detail kecil yang sering bikin pusing kepala: menulis label nama tamu. Mungkin terlihat sepele, tapi penulisan undangan pernikahan kepada yth yang benar adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi para tamu undangan kamu.
Kamu pasti mau dong, momen sekali seumur hidup ini berawal dari kesan yang manis? Tidak hanya soal desain kartu yang estetik, cara kamu menyapa kerabat, atasan, hingga teman tongkrongan di label undangan sangat menentukan vibes pesta pernikahanmu nanti. Jangan sampai niat hati ingin mengundang, tapi malah bikin tamu merasa kurang dihargai karena penulisan gelar atau nama yang keliru.
Mengapa Penulisan "Kepada Yth" Sangat Penting?
Dalam bahasa Indonesia, Yth adalah singkatan dari "Yang Terhormat". Penggunaan kata ini menunjukkan bahwa kamu sangat mengharapkan kehadiran mereka dan menghargai posisi mereka dalam hidupmu.
Selain itu, penulisan yang rapi mencerminkan kesiapan kamu dan pasangan dalam menggelar acara. Jadi, bukan cuma soal informasi siapa yang datang, tapi soal impresi pertama!
Aturan Dasar Penulisan Nama Tamu di Undangan
Agar tidak bingung, kamu bisa mengikuti panduan standar berikut ini untuk berbagai kategori tamu:
1. Untuk Tamu yang Sudah Menikah
Jika kamu mengundang pasangan suami istri, sebaiknya sebutkan nama sang suami diikuti dengan kata "dan Istri" atau menggunakan nama keduanya secara lengkap.
-
Contoh: Yth. Bapak Ahmad Subarjo & Istri atau Yth. Bapak Ahmad & Ibu Siti.
2. Untuk Teman atau Rekan Sebaya
Untuk teman dekat, kamu bisa sedikit lebih santai namun tetap sopan. Penggunaan kata "Sdr/Sdri" (Saudara/Saudari) adalah pilihan yang paling aman.
-
Contoh: Yth. Sdr. Rian Ardianto atau Yth. Sdri. Maya Sartika.
3. Tamu dengan Jabatan atau Gelar Akademik
Jangan sampai lupa mencantumkan gelar jika tamu tersebut berada di lingkungan formal, seperti dosen atau atasan kerja. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap pencapaian mereka.
-
Contoh: Yth. Bapak Dr. Ir. H. Bambang, M.Sc.
Tips Singkat Agar Penulisan Label Lebih Efisien
-
Gunakan Spreadsheet: Buatlah daftar tamu di Excel atau Google Sheets agar mudah saat proses mail merge ke label stiker.
-
Cek Kembali Ejaan: Nama adalah hal yang sangat sensitif. Pastikan tidak ada typo pada nama tamu.
-
Gunakan Font yang Terbaca: Meski ingin terlihat estetik, pastikan jenis huruf pada label tetap mudah dibaca oleh kurir atau tamu itu sendiri.
Tanya Jawab (Q&A) Seputar Penulisan Undangan
1. Apakah boleh hanya menuliskan nama panggilan saja?
Sebaiknya hindari, kecuali jika itu adalah undangan digital yang dikirim via WhatsApp ke teman yang sangat akrab. Untuk undangan fisik, gunakan nama lengkap agar lebih formal.
2. Di mana posisi "Kepada Yth" yang benar?
Biasanya diletakkan di bagian depan amplop undangan atau di dalam kotak label yang sudah disediakan pada desain undangan.
3. Bagaimana jika saya mengundang satu keluarga?
Kamu bisa menuliskan nama kepala keluarga diikuti dengan keterangan "dan Keluarga" atau "Sekeluarga". Contoh: Yth. Bapak Hermawan & Kel.
4. Apakah gelar haji (H.) perlu dicantumkan?
Sangat disarankan untuk dicantumkan, terutama untuk tamu yang lebih tua atau tokoh masyarakat di daerah setempat sebagai bentuk penghormatan.
5. Bagaimana cara menulis undangan untuk atasan di kantor?
Gunakan format paling formal: Yth. Bapak [Nama Lengkap] beserta Istri/Suami. Pastikan jabatan atau gelar akademiknya tertulis dengan benar.
Kesimpulan
Sudah siap untuk mulai menulis daftar tamu? Pastikan semua data sudah valid ya! Jangan lupa untuk memesan undangan jauh-jauh hari agar kamu punya waktu cukup untuk mengecek kembali setiap nama yang tertulis di undangan pernikahan kepada yth. Punya pertanyaan atau tips lain soal persiapan pernikahan? Yuk, tulis di kolom komentar di bawah!




